Rabu, 01 Agustus 2018

Masjid Sultan Barsbay, Memori Sang Penakluk Siprus

Ia memutuskan untuk menyerang Siprus dan membungkam mereka dari serangan-serangan tak berkesudahan ke Iskandariah.
Iwan Kiblat Masjid - Hazem Hafez
Ketika Mesir dikuasai oleh mantan budak bernama Baybars al Bunduqdari (1260-1277), semesta Syam goncang. Sultan paling dikenang karena berhasil memukul mundur pasukan salib yang dipimpin Louis IX (1249-1250) di Manshurah tersebut membuat gebrakan menakutkan yang membuat keberadaan pasukan salib terancam. Di Mesir, Baybars menitipkan kawasan Damieta dan Aleksandriah kepada para panglimanya, skuadron rakasasa dengan perahu-perahu besar berjejer menakutkan di sepanjang pantai. Pada tahun 1263 M, tiga tahun setelah Baybars berhasil memukul mundur pasukan paling ditakuti di dunia, Mongol, di Ain Jalut, ia mulai mengarahkan pasukannya untuk menghilangkan ancaman musuh bebuyutannya, yaitu pasukan salib yang masih bertahan di beberapa kota penting di Syam.
Read More

Senin, 30 Juli 2018

as-Salih Thala’i, Wazir fatimy yang terpanggil namanya

DARB Al-AHMAR memanas, suhu saat itu mencapai 37° C. Masjid milik wazir Dinasty Syi'ah Fatimiyah 1160 M masih gagah berdiri di kawasan tua yang menjadi pusat keramaian karena berdekatan dengan pasar yang sejak masa Fatimy dipusatkan untuk lalu lalang dan pintu utama kota. Prasasti terakhir milik Fatimiyah itu begitu penting bagi Khazanah Islam di Mesir yang letaknya berdampingan dengan pintu gerbang utama Zuwayla

As-Salih Thala'i adalah seorang wazir yang diakui oleh para sejarawan atas kepiawaiannya dalam gubahan sastra dan berbagai seni di eranya. Para penyair dan sastrawan cenderung sangat dekat dengannya sebagai bukti kongkrit untuk sekedar bertukar puisi atau sekedar duduk-duduk berbagi maklumat. Ibn Khalkan pernah berkata "dia amat piawai dalam gubahannya di setiap puisi". pernah ada seorang bernama Abi Syamah yang ragu akan puisi-puisi milik Thala'i. Sampai pada akhirnya dia menarik ucapannya lalu berkata "Sungguh, tidak akan ada yang percaya bahwa puisi yang begitu indah ini milik thala'i, tampak lebih menawan ketika ku teliti dari makna dan pilihan kata yang dia pakai" bahkan pendapat itu di amini oleh sahabatnya Muhadzab ibn az-Zubair

Pernah al-Maqrizi berkisah pada suatu ketika Thala'i pernah bersama kerabatnya para fakir miskin Irak datang untuk berziarah kepada Sayyidina Ali Karamallu wajhah, bahwa Thala'i pernah bermimpi berjumpa dengan seorang wali penunggu makam itu, lalu mereka bertemu selepas ziarah dan saling bercerita bahwa wali penjaga makam itu juga pernah bermimpi bertemu sayyidina Ali yang sempat berkata dalam mimpinya bahwa "di sebuah malam, akan ada peziarah yang datang bersama 40 orang fakir yang salah satu dari mereka bernama Thala'i yang memiliki cinta yang begitu besar terhadap Ahlul Bait, Perintahkan kepadanya untuk pergi ke Mesir!" 

Masjid as-Shalih Thala'i terletak di sebelah gerbang raksasa Zuwayla, Masjid ini dibangun di masa dinasty Fatimiyah akhir sebelum berpindahnya kekuasaan ke tangan dinasty Ayubiyah. Di abad ke 12 masjid ini pernah di disempurnakan dan digunakan untuk jama'ah sholat jum'at di tahun 1160 M era sultan al-Muiz Aibak at-Trukmani.
Read More

Minggu, 29 Juli 2018

Zuwayla, Gerbang Selatan Kairo yang Angkuh

“wahai kawan! Jika engkau lihat gerbang zuwayla, niscaya engkau tahu seberapa megah bangunan itu. Pintu gerbang yang berhias bintang-kemintang; menyandang kemilau-Sirius bermahkota cincin-Saturnus. Jika fir’aun melihatnya ia tak lagi menginginkan bangunan-menjulangnya takan pula bertitih pada haman (wazir milik nabi musa a.s). Ali ibn Muhammad an-Naili”
Kairo di penghujung bulan maret mulai terasa panas, langit sedang cerah dan warna birunya begitu tampak. sangat berbeda dengan beberapa hari yang lalu, kanan kiri sudah seperti warna dabu. bahkan langit birunya lenyap berganti warna kekuningan saat seisi kairo dihujani debu. disebrang jalan kecil, masjid thala'i yang dindingnya sudah terlihat tua, tampak bersemayam kesepian, masjid era dinasty fatimi masih setia menemani gerbang selatan yang angkuh. sepanjang jalan, pejalan kaki sudah melepas jaket tebalnya, kairo sudah tidak sekejam bulan-bulan sebelumnya saat suhu berada di titik yang begitu dingin. Kawasan zuwayla setiap hari selalu padat dengan segala kesibukan di benak mereka, kecuali hari Ahad yang sudah disepakati para pedagang sebagai hari libur. sejauh mata memandang pedagang bak membanjiri kawasan ini yang konon sejak 50 tahun terakhir sudah dijadikan sebagai pasar induk khususnya pakaian wanita, padat penduduk berbelanja dari dimulai dari komplek qhuri atau orang mesir menyebutnya souq ghuriyyah hingga gerbang zuwayla. Gerbang raksasa ini tidak akan pernah sepi dijajaki penduduknya yang lalu lalang, terlihat gerobak penjual full yang berada di depan masjid megah garapan moayyad syaikh yang sedang sibuk dengan para pembeli, persis di samping pintu berlapis baja yang warnanya sudah ditelan usia, penjual lilin dengan raut wajah khas penduduk benteng tua masih termenung masam melihat sekelilingnya yang semakin lama pemandangan tersebut seperti warna debu jalanan.
Read More

Kamis, 19 Juli 2018

Seminar di Situs Rumah Tuan Ali Labib

Selasa lalu (17/7) kawan-kawan komunitas Kupretist du Caire mengunjungi sebuah situs rumah bersejarah “Manzil Ali Labib” yang kini menjadi pusat budaya & seni (fokus seni bangunan) di bawah naungan Kementerian Budaya Mesir; Bayt Al-Mi’mar Al-Misri // House of Egyptian Architecture.

Kawan-kawan @kupretist berkesempatan juga mengikuti sebuah diskusi bertema “Situs Sejarah di Kairo: antara Kenyataan dan Harapan” dengan narasumber Duktur Aboalalla Khalil, pemerhati situs & kolumnis sejarah Islam Mesir.

Dalam diskusi yang berlangsung 3 jam itu Duktur Aboalalla Khalil memaparkan setumpuk temuannya mulai dari bekas situs yg lenyap rumah dari Yaqub bin Killis (Fatimid), Makam Syekh Al-Izz bin Abdissalam, Makam Ruqayyah Dudu, Rumah Ibnu Iyas dan beberapa situs yang masih bisa diharapkan untuk diselamatkan.

Lebih dari 4 tahun kami di @kupretist mengenal baik beliau dan keluarga. Di beberapa events kami “nguprét” menjelajah Kairo bersama. Hingga pernah dari sebelum zuhur sampai lewat dini hari karena saking asyiknya menelusuri Kairo di tengah liburan panjang.

Terima kasih, Bayt Al-Mi’mar dan Duktur Aboalalla Khalil! Serta kawan baru kami Rafiq dari Malaysia! Selamat menjalajah bagi kawan-kawan yang sedang berlibur! Sampai jumpa di event mendatang!
.
.
📍Bayt Al-Mimar, Darb Al-Labbanah, Distrik Khalifa, Kairo

17 Juli 2018
#kupretistducaire #masisir
Read More

Sabtu, 31 Maret 2018

Menjelajah Bab Al Wazir


Alhamdulillah..Kali ini kita telah menelusuri Jalan Babul Wazir yang tepat di kawasan Darb el Ahmar dengan destinasi:
-Babul Zuawela
-Masjid Sultan Muayyad Syeikh
-Masjid Shalih Thala'i -Masjid Amir Al Maridani
-Masjid Umm Sultan Sya'ban
-Masjid Aqsunqur

Masjid-masjid yang kebanyakan dari era Mamalik ini penuh akan pesona arsitektur yang menarik. Dari Masjid Sultan Muayyad Syeikh akan luasnya Ruang terbuka yang mengelilingi ruwak, Masjid Amir Al Maridani akan campuran tiang Romawi dan Fir'aun, hingga Masjid Aqsunqur dengan keramik "Iznik" (keramik mahal dari Turki) tepat di dinding depan utama dan ruang terbuka (sahn maksyuf) yang dirindangi pepohonan..

Yuk nantikan event jelajah selanjutnya..hanya di @Kupretist du Caire
Read More

Senin, 19 Februari 2018

Ngupret Kota Tua di Jalan Al-Muizz Li Dinillah


Alhamdulillah, Event 2018 @Kupretist du Caire kali ini abis eksekusi beberapa Masjid di Jalan Muiz Li Dinillah! 😎
Dari:
Babul Futuh
Masjid Hakim bi Amrillah
Masjid Sulaiman Agas Silahdar
Masjid Al Aqmar
Masjid Sultan Barquq
Masjid Sultan Qalawun
Masjid Sultan Nasir Muhammad Qalawun
Sabil Muhammad Ali
Masjid Sultan Asyraf Barsbay

Yuk Ikutin terus event kita berikutnya! Jangan sampai ketinggalan ya gays!
Read More

Rabu, 20 Desember 2017

Museum Gratis milik Talat Harb


Sebuah mobil jasa pengiriman ikan ke rumah-rumah, milik Perusahaan Perikanan Mesir; salah satu anak usaha Banque Misr yang didirikan oleh Talaat Harb. ⏳1927 M.
Read More